(Hasil La Liga) Rekor Menang Beruntun Madrid Selesai

Gol bunuh diri Sergio Ramos putuskan rekor tak terkalahkan Madrid

Usaha Real Madrid dalam memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya menjadi 41 harus terhenti saat Sevilla El Real takluk 2-1 atas tuan rumah Sevilla di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan pada akhir pekan lalu.

Jovetic Hentikan Rekor Madrid

Jovetic cetak gol penentu kemenangan Sevilla atas Madrid

Jovetic cetak gol penentu kemenangan Sevilla atas Madrid

Real Madrid terpaksa mengakhiri niat untuk memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya. Rekor tim asal Ibukota Spanyol tersebut terputus saat skuad asuhan Zinedine Zidane menelan kekalahan ketika berkunjung ke markas Sevilla, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan dalam lanjutan kmpetisi La Liga Spanyol pada hari minggu kemarin.

Sempat menyingkirkan Sevilla dalam turnamen Copa del Rey beberapa hari lalu, Los Blancos mendatangi Estadio Ramon Sanchez dengan kepercayaan diri penuh pada Minggu malam kemarin. Menurunkan skuad terbaiknya termasuk Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, El Real berhasil unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Ronaldo pada menit ke-67.

Merasa di atas angin, Real Madrid pun menurunkan tempo permainan. Skuad asuhan Zinedine Zidane bermain sedikit lebih santai mengingat pertandingan hanya menyisakan kurang dari setengah jam lagi. Namun malang bagi Madrid, Sergio Ramos justru melakukan blunder yang membuat tuan rumah Sevilla menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tembakan keras pemain Sevilla dari luar kotak penalti membentur badan Ramos sebelum akhirnya mengecoh Kiko Casilla yang telah mati langkah. Mental tuan rumah pun seketika melonjak usai bunuh diri sang kapten Los Blancos yang bisa dibilang sebagai momen comeback Sevilla sebelum akhirnya berhasil membalikan lewat gol Stevan Jovetic.

Rekrutan anyar Sevilla yang diboyong dari klub Serie A, Inter Milan tersebut berhasil memaksimalkan peluang emas yang didapat saat dua menit waktu tambahan berjalan. Gol krusial pada detik-detik akhir pertandingan ini pun sekalgus menjadi gol penentu kemenangan tim tuan rumah dengan skor akhir 2-1. Kemenangan yang juga berarti memutus rekor 40 laga tak terkalahkan yang berhasil dicetak Los Galacticos.

Bunuh Diri, Zidane Bela Ramos

Gol bunuh diri Sergio Ramos putuskan rekor tak terkalahkan Madrid

Gol bunuh diri Sergio Ramos putuskan rekor tak terkalahkan Madrid

Meski takluk dari tim tuan rumah, Sevilla, Real Madrid masih kokoh berada di puncak klasemen La Liga saat ini dengan perolehan 40 poin dari total 17 laga sepanjang berjalannya kompetisi musim ini. Kekalahan kemarin malam juga sekaligus membuat selisih poin dengan peringkat dua dan tiga semakin menipis.

Sevilla yang menduduki posisi runner up kini mengoleksi 39 poin, selisih satu poin dari Madrid. Sementara rival abadi El Real, Barcelona juga semakin mendesak dengan total 38 poin usai membantai Las Palmas dengan skor akhir 5-0.

Atas kekalahan yang diderita Madrid, sosok Sergio Ramos pun menjadi sorotan media. Predikat sebagai kapten yang kerap mencetak gol kemenangan pada menit-menit krusial bagi tim nya tersebut seketika luntur usai dirinya membuat gol bunuh diri yang menjadi awal dari kekalahan Los Blancos.

Menanggapi hal tersebut terebut, pelatih Zinedine Zidane pun mengaku kekalahan Madrid pada kemarin malam bukanlah murni kesalahan sang pemain. Menurut Zizou, Ramos telah bermain dengan sangat baik sepanjang pertandingan. Hanya saja ketidakberuntungan sedang menimpa pemain bertahan timnas Spanyol tersebut.

“Jujur saya merasa bangga kepada Sergio Ramos. Dia memainkan perannya sebagai pemimpin di lapangan dengan sangat hebat. Kita semua tau jika dalam sepakbola hal itu (gol bunuh diri) bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, tak terkecuali Ramos. Dirinya berhasil menunjukkan kepribadian yang luar biasa,” ungkap Zidane.

“Dan Sevilla, saya rasa mereka berhasil membuktikan jika mereka layak bersaing untuk trofi La Liga. Hasil pertandingan ini sebenarnya sangat tidak menyenangkan bagi kami. Namun, kami akan segera membenahi apa yang menjadi kekurangan tim,” lanjut pelatih yang juga perah berseragam Real Madrid tersebut.

Bisakah Madrid menjaga tempat mereka di puncak klasemen?

Madrid Perpanjang Rekor

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Real Madrid sukses memperpanjang rekor tanpa kekalahannya usai menyingkirkan Sevilla dalam laga leg kedua 16 Besar Copa del Rey pada dini hari tadi. Los Blancos lolos ke babak perempat final dengan skor agregat 6-3.

Casemiro dilanggar di area kotak penalti

Casemiro dilanggar di area kotak penalti

Gol Benzema Selamatkan Madrid

Berstatus sebagai tim tamu, Real Madrid sebenarnya gagal meraih kemenangan atas tuan rumah Sevilla. Alvaro Morata cs. hanya mampu membawa pulang hasil imbang 3-3 dalam laga yanng digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla.

Meski begitu, hasil tersebut cukup untuk mengklaim tempat Real Madrid di babak 8 besar serta memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi sebanyak 40 laga di semua ajang turnamen.

Bermain tanpa trio BBC (Bale, Benzema, dan Ronaldo), Madrid terlihat sulitan untuk mendominasi laga. Bahkan tuan rumah Sevilla sempat unggul lebih dulu saat bek Madrid, Danilo melakukan gol bunuh diri saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Sebelum peluit babak pertama berakhir dibunyikan, tuan rumah memasukan punggawa anyar nya yang baru diboyong dari Inter Milan, Stevan Jovetic. Jovetic masuk menggantikan Joaquin Correa yang terpaksa dibawa keluar lapangan akibat cedera.

Saat babak kedua berjalan 3 menit, skuad asuhan Zidane berhasil  menyamakan kedudukan lewat aksi Asensio. Penetrasi dengan dribble luar biasa menusuk zona pertahanan lawan diikuti tembakan yang yang dilepaskan Asensio sukses bersarang di gawang Sevilla.

Skor imbang tidak bertahan lama. Jovetic menyempurnakan debutnya bersama Sevilla dengan gol yang membawa tim tuan rumah kembali unggul. Sepakan first time keras dari Jovetic memaksimalkan crossing dari Sergio Escudero sukses memaksa Kiko Casilla memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kali nya.

Tuan rumah memperbesar keunggulannya saat laga memasuki menit ke-73. Vicente Iborra berhasil menyarangkan bola yang membuat tuan Sevilla kini unggul dengan selisih dua angka serta menyalaka kembali semangat untuk membalas kekalahan 0-3 di leg pertama. Dua gol lagi maka Sevilla akan memastikan tempatnya di perempat final.

Petaka mulai menghampiri Sevilla saat babak kedua tersisa tujuh menit. Wasit memberikan tim tamu hadiah penalti usai Matias Kranevitter menjatuhkan Casemiro di area kotak penalti. Eksekusi sempurna yanng dilakukan Sergio Ramos berhasil memperkecil selisih angka menjadi 3-2.

Rekor tidak terkalahkan El Real yang hampir saja terhenti berhasil diselamatkan oleh Karim Benzema. Benzema berhasil mencetak gol penyeimbang yang membuat laga berakhir dengan skor akhir 3-3, memaksa Sevilla menyerahkan tempatnya di perempa final kepada Madrid yang unggul agregat 6-3.

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Zidane Akui Sevilla Berhasil Menekan

Usai pertandingan, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku bersyukur tim bisa melanjutkan perjuangan lolos ke putaran berikutnya. Namun, pelatih berkebangsaan Perancis tersebut juga menganggap para punggawa Madrid bermain tidak begitu bagus mengingat Sevilla kerap kali menekan Sergio Ramos dkk.

Pelatih Zinedine Zidane tidak menurunkan Cristiano Ronaldo dalam laga tandang yang berlangsung dini hari tadi. Sebagai gantinya, trio Lucas Vazquez, Mariano Diaz Mejia, dan Alvaro Morata ditunjuk untuk mengisi barisan depan El Real.

“Tadi itu merupakan pertandingan yang cukup menegangkan. Para pemain bermain dengan cukup baik, namun sesungguhnya kami layak mendapatkan lebih dari hasil imbang. Tim baru bangkit setelah lawan berhasil unggul dua angka. Beruntung, akhirnya kami bisa menyamakan skor di detik-detik akhir,” ujar Zizou di website resmi Real Madrid.

Di putaran berikutnya Real Madrid akan bertemu Barcelona di babak perempat final Copa del Rey. Mampukah Cristiano Ronaldo dkk. menghentikan langkah Tim Catalan di ajang Piala Raja musim ini?

 

Aksi Morata Curi Perhatian Publik Bernabeu

Zidane Janjikan Lebih Banyak Kesempatan Bermain

Kemenangan tim dengan skor tipis 2-1, pelatih Madrid, Zinedine Zidane mengaku telah membuat keputusan tepat dengan memasukan Alvaro Morata di menit-menit jelang akhir laga. Menggantikan Karim Benzema, Morata sukses mencetak gol kemenangan bagi Los Blancos saat laga tersisa tujuh menit.

Madrid sebenarnya berhasil unggul lebih dulu atas Bilbao pada awal pertandingan. Gol Karim Benzema berhasil membawa El Real menungguli tim tamu. Akan tetapi, aksi dari Sabin Merino pada menit ke-27 sukses membawa Bilbao menyamakam kedudukan atas tuan rumah.

Pertandingan sempat berjalan alot mengingat tidak ada lagi gol tercipta bahkan hingga babak kedua menyisakan 15 menit jelang peluit panjang berbunyi. Akhirnya Zidane pun memutuskan untuk menarik Benzema keluar dan memasukan Alvaro Morata pada menit ke-75, dan terbukti keputusan Zizou memasukan Morata berbuah gol penentu kemenangan Madrid yang dicetak sang pemain tujuh menit jelang laga usai.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-1

Penampilan fantastis Alvaro Morata saat beberapa kali sukses mencetak gol krusial bagi Real Madrid membuat para fans El Real menuntut pelatih Zidane supaya memainkan Morata lebih sering lagi. Hal itu pun seakan didukung dengan fakta menurunnya performa Benzema selama beberapa minggu ini.

Menanggapi saran dari para pendukung, Zinedine Zidane pun berjanji untuk menambaah frekuensi bermain Alvaro Morata. Zizou -begitu dirinya biasa dipanggil- menyatakan hal tersebut usai kemenangan Madrid atas Bilbao dengan gol kemenangan yang dicetak oleh Morata.

“Saya rasa Morata akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti di pertandingan ini, performanya berhasil meyakinkan saya untuk mengambil keputusan pada laga berikutnya. Saya bisa pastikan kepada anda semua jika dia akan lebih sering bermain dalam laga-laga El Real berikutnya,” Zidane menjelaskan.

Morata Tak Permasalahkan Turunnya Performa Ronaldo

Sementara itu, berbanding terbalik denga Morata, Cristiano Ronaldo justru sedang berada dalam tekanan akhir-akhir ini. Ronaldo tampaknya tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang diperolehnya saat Real Madrid menjalani laga kontra Athletic Bilbao dalam lanjutan kompetisi La Liga matchday 9 pada Minggu lalu.

Tercatat ada 11 kesempatan yang disia-siakan Ronaldo dalam laga menghadapi Athletic Bilbao di Bernabeu. Kamera beberapa kali menangkap gambar pria asal Portugal tersebut kerap menunjukan ekspresi kekesalannya.

Semenjak Ronaldo pulih dari cedera lutut yang menimpanya ketika laga final Euro 2016, kapten timnas Portugal tersebut  hingga saat ini berusaha untuk kembali ke performa terbaiknya. Dari awal kompetisi La Liga musim ini bergulir, Cristiano tercatat baru mengoleksi 4 gol dari total 8 pertandingan yang dijalaninya bersama Los Blancos. Dan laga kontra Real Betis merupakan terakhir kalinya CR7 berhasil mencetak gol.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-2

Menanggapi persoalan yang tengah melanda rekan satu timnya tersebut, penyerang Los Blancos yang kini tengah berada dalam kondisi terbaiknya, Alvaro Morata pun menyatakan pembelaannya terhadap Ronaldo:

“Saat anda berada dalam situasi dimana anda terbiasa untuk mencetak 70 gol dalam satu musim, anda seolah akan merasa semacam kecanduan. Anda merasa bahwa anda harus mencetak gol di setiap laga, dan mungkin it yang terjadi kepada Ronaldo saat ini.”

“Terlepas dari masalahnya, menurut kami Ronaldo merupakan sosok pemain penting di dalam tim. Dan ya, saya pun berharap dirinya bisa secepatnya kembali ke performa terbaiknya dan kembali menciptakan banyak gol seperti biasanya,” bela Morata.

“Biar bagaimanapun. Ronaldo hanya manusia biasa bukan mesin. Bahkan jika Ronaldo merupakan alien dari planet lain pun, hal yang wajar jika dirinya gagal mencetak gol,” tutup Morata.

 

Messi Menjadi Mimpi Buruk Pep

Hattrick Messi dan Kartu Merah Bravo

Kunjungan reuni Pep Guardiola ke Camp Nou rupanya tidak berakhir manis bagi skuad asuhan Pep, Manchester City. Tuan rumah Barcelona berhasil menghajar sang tamu dengan skor akhir 4-0.

Hattrick dari Lionel Messi serta satu gol Neymar sukses membuat pasukan Pep pulang dengan wajah tertunduk. Sang pemain sukses mencatat hattrick dalam laga Babak Penyisihan Grup C di Liga Champions tersebut.

Peran Messi bukan hanya menyarangkan tiga gol ke gawang Citizens yang dijaga Claudio Bravo. La Pulga juga merupakan sosok yang menjadi dalang dibalik gol Neymar dalam laga yang digelar di Camp Nou, Kamis dinihari tadi.

messi-menjadi-mimpi-buruk-pep-2

Atas hasil gemilang tersebut, Luis Enrique pun memberikan pujian kepada Lionel Messi, yang teracatat baru menjalani dua laga usai kembali dari masa pemulihan cedera pangkal pahanya.

“Kehadiran Messi memberikan perbedaan dalam skuad. Dia (Messi) merupakan memegang peran kunci dalam permainan tim secara keseluruhan,” ujar Enrique via situs resmi klub.

“Penyelesaian akhir Messi telihat seakan dirinya sedang bermain di halaman sekolah.”

Enrique juga menambahkan: “Baru saja kembali dari cedera tampaaknya bukaan masalah bagi Messi. Anda bisa lihat cara dia membangun permainan tim”

Messi sukses membuat Barca unggul bahkan sebelum wasit mengusir Claudio Bravo keluar lapangan, dan sisa dua gol nya dicetak Messi sebelum Jeremy Mathieu juga menerima kartu merah. Sang allenatore pun berpendapat bahwa sejak Bravo diganjar kartu merah, seketika permainan berubah.

“Gaya bermain Manchester City terus berubah selama pertandingan berjalan. Bermain melawan mereka sangat sulit,” ujar Enrique.

“City bermain dengan baik sepanjang pertandingan; sampai akhirnya pengusiran Bravo mengubah jalannya pertandingan”

Nolito : Kehadiran Messi Buat Perbedaan di Skuad Barca

Menanggapi kekalahan Manchester City di markas Barcelona, penyerang The Citizens, Nolito ikut angkat bicara. Nolito memberikan pujian kepada penyerang Tim Catalan, Lionel Messi.

messi-menjadi-mimpi-buruk-pep

Nolito yang notabene merupakan jebolan akademi Barcelona tersebut pun menganggap bahwa kehadiran Messi sungguh membuat perbedaan dalam permainan Blaugrana.

“Messi merupakan pemain terbaik di dunia saat ini. Sehingga bukan hal yang aneh jika dirinya mampu membuat perbedaan dalam permainan Barca,” ujar Nolito.

“Semua orang tau saat bola berada dalam penguasaan Messi, pasti akan terjadi sesuatu. Baik itu akan menjadi gol maupun sebuah assist.”

Ditanyakan tentang kekalahan telak 4-0 yang menimpa tim nya, Nolito menyatakan bahwa skor tersebut sangat menyesakkan bagi timnya.

Nolito berpendapat: “Kami bermain dengan baik di sepanjang paruh pertama, kami mencetak beberapa peluang, akan tetapi tampaknya dewi fortuna  tidak berpihak kepada kami di babak kedua.”

“Biar bagaimanapun, ini adalah sepak bola. Kita harus tetap melangkah. Pertandingan melawan Barca merupakan pertandingan yang amat sulit, akan tetapi kekalahan 4-0 sepertinya tidak layak bagi kami.”

Sebuah hal yang wajar jika kita menilai bahwa Lionel Messi merupakan mimpi buruk bagi skuad asuhan Pep Guardiola pada laga dini hari tadi.

Ini adalah kekalahan perdana bagi Manchester Biru sejak dimulainya musim kompetisi 2016-2017. Kekalahan perdana dengan skor akhir 4-0, wajar saja jika hal ini mengguncang mental para pemain The Citizens.