Klasemen La Liga : Kembalinya Dominasi Tiga Raksasa Spanyol

Kembalinya Dominasi Madrid, Barca dan Atletico

Persaingan di papan atas klasemen La Liga 2016-2017 kembali memanas. Usai laga pekan ke-10 lalu, tiga tim penguasa La Liga (Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid) kembali menegaskan dominasi nya di tanah Spanyol.

Real madrid, Barcelona dan Atletico sukses mengklaim tiga posisi teratas usai pimpinan klasemen, Sevilla hanya meraih hasil imbang dalam laga kontra Sporting Gijon.

klasemen-la-liga-kembalinya-dominasi-tiga-raksasa-spanyol-1

Saat ini Los Galacticos mengukuhkan posisi nya di puncak klasemen La Liga dengan koleksi 24 poin, disusul Blaugrana di peringkat kedua dengan 22 poin dan kemudian Los Rojiblancos dengan mengantongi 21 poin.

Sementara itu, Sevilla yang bermain imbang 1-1 menghadapi Sporting Gijon kini harus puas berada di urutan 4 klasemen sementara dengan mengumpulkan poin yang sama dengan Atletico Madrid namun hanya  berbeda selisih gol.

Pergolakan di puncak klasemen juga  terjadi berkat Villarreal yang meraih hasil buruk kala berkunjung ke markas Eibar. The Yellow Submarine secara mengejutkan turun ke posisi 5 klasemen usai menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Eibar.

Comeback Ronaldo Bawa Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Sosok Cristiano Ronaldo yang beberapa waktu lalu kerap dihujani kritik pedas yang disebabkan oleh menurunnya produktivitas golnya membuktikan bahwa sang pemain mampun untuk bangkit dari keterpurukan.

CR 7 yang sebelumnya hanya mampu mencatat dua gol dari total enam penampilannya bersam El Real di La Liga musim ini, sukses membungkam para kritikus lewat hattrick yang dia ciptakan saat Madrid menggulung Alaves Sabtu lalu.

Rekan setim Ronaldo, Marcelo, pun mengungkapkan kepada media bahwa rekan nya di Madrid tersebut sempat merasa frustrasi atas performa buruknya sebelum akhirnya mampu membayar keraguan banyak pihak atas performanya  yang menurun.

klasemen-la-liga-kembalinya-dominasi-tiga-raksasa-spanyol-2

Usai pertandingan kontra Alaves Marcelo mengkonfirmasi kepada media setempat, “Tidak mampu menjalankan tugas utama sebagai seorang seorang penyerang merupakan hal yang membuat Ronaldo merasakan frustrasi yang cukup dalam. Tetapi jika melihat gol yang dia coptakan dalam laga tadi, sepertinya itu membuktikan jika Ronaldo baik-baik saja, dan kini dia telah kembali” kata Marcelo.

Cristiano Ronaldo sukses membayar kepercayaan Zinedine Zidane yang tetap bersabar menunggu kembalinya performa terbaik pemain asal Portugal tersebut. Hal ini dibuktikan saat Real Madrid menghancurkan Alaves dengan skor fantastis 4-1 pada Sabtu lalu.

Sejak kepulangan Alvaro Morata kembali ke Bernabeu, pamor Ronaldo sebagai pencetak gol rutin Los Galacticos sepertinya memang terlihat agak memudar.

Bahkan menurunnya performa CR 7 kerap menuai kritik media, ditambah lagi dengan fakta bahwa kini Madrid kini mempunyai mesin gol baru. Terlepas dari hal tersebut, pelatih Zidane tetap menaruh harapannya kepada Ronaldo.

Zizou percaya jika sang pemain mampu kembali ke performa terbaiknya, dan kesabaran Zidane pun terbayar saat Cristiano mencetak hattrick dalam laga kontra Alaves akhir pekan lalu.

Berdasarkan comeback fenomenal Ronaldo dalam laga kontra Alaves pekan lalu, Zidane secara tegas menyatakan dukungannya kepada sang pemain untuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or.

Pelatih yang juga pernah berseragam Los Blancos tersebut menyebutkan bahwa Cristiano jelas merupakan calon terkuat untuk mengangkat trofi penghargaan tertinggi dalam pencapaian pemain sepakbola profesional di seluruh dunia.

Aksi Morata Curi Perhatian Publik Bernabeu

Zidane Janjikan Lebih Banyak Kesempatan Bermain

Kemenangan tim dengan skor tipis 2-1, pelatih Madrid, Zinedine Zidane mengaku telah membuat keputusan tepat dengan memasukan Alvaro Morata di menit-menit jelang akhir laga. Menggantikan Karim Benzema, Morata sukses mencetak gol kemenangan bagi Los Blancos saat laga tersisa tujuh menit.

Madrid sebenarnya berhasil unggul lebih dulu atas Bilbao pada awal pertandingan. Gol Karim Benzema berhasil membawa El Real menungguli tim tamu. Akan tetapi, aksi dari Sabin Merino pada menit ke-27 sukses membawa Bilbao menyamakam kedudukan atas tuan rumah.

Pertandingan sempat berjalan alot mengingat tidak ada lagi gol tercipta bahkan hingga babak kedua menyisakan 15 menit jelang peluit panjang berbunyi. Akhirnya Zidane pun memutuskan untuk menarik Benzema keluar dan memasukan Alvaro Morata pada menit ke-75, dan terbukti keputusan Zizou memasukan Morata berbuah gol penentu kemenangan Madrid yang dicetak sang pemain tujuh menit jelang laga usai.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-1

Penampilan fantastis Alvaro Morata saat beberapa kali sukses mencetak gol krusial bagi Real Madrid membuat para fans El Real menuntut pelatih Zidane supaya memainkan Morata lebih sering lagi. Hal itu pun seakan didukung dengan fakta menurunnya performa Benzema selama beberapa minggu ini.

Menanggapi saran dari para pendukung, Zinedine Zidane pun berjanji untuk menambaah frekuensi bermain Alvaro Morata. Zizou -begitu dirinya biasa dipanggil- menyatakan hal tersebut usai kemenangan Madrid atas Bilbao dengan gol kemenangan yang dicetak oleh Morata.

“Saya rasa Morata akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti di pertandingan ini, performanya berhasil meyakinkan saya untuk mengambil keputusan pada laga berikutnya. Saya bisa pastikan kepada anda semua jika dia akan lebih sering bermain dalam laga-laga El Real berikutnya,” Zidane menjelaskan.

Morata Tak Permasalahkan Turunnya Performa Ronaldo

Sementara itu, berbanding terbalik denga Morata, Cristiano Ronaldo justru sedang berada dalam tekanan akhir-akhir ini. Ronaldo tampaknya tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang diperolehnya saat Real Madrid menjalani laga kontra Athletic Bilbao dalam lanjutan kompetisi La Liga matchday 9 pada Minggu lalu.

Tercatat ada 11 kesempatan yang disia-siakan Ronaldo dalam laga menghadapi Athletic Bilbao di Bernabeu. Kamera beberapa kali menangkap gambar pria asal Portugal tersebut kerap menunjukan ekspresi kekesalannya.

Semenjak Ronaldo pulih dari cedera lutut yang menimpanya ketika laga final Euro 2016, kapten timnas Portugal tersebut  hingga saat ini berusaha untuk kembali ke performa terbaiknya. Dari awal kompetisi La Liga musim ini bergulir, Cristiano tercatat baru mengoleksi 4 gol dari total 8 pertandingan yang dijalaninya bersama Los Blancos. Dan laga kontra Real Betis merupakan terakhir kalinya CR7 berhasil mencetak gol.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-2

Menanggapi persoalan yang tengah melanda rekan satu timnya tersebut, penyerang Los Blancos yang kini tengah berada dalam kondisi terbaiknya, Alvaro Morata pun menyatakan pembelaannya terhadap Ronaldo:

“Saat anda berada dalam situasi dimana anda terbiasa untuk mencetak 70 gol dalam satu musim, anda seolah akan merasa semacam kecanduan. Anda merasa bahwa anda harus mencetak gol di setiap laga, dan mungkin it yang terjadi kepada Ronaldo saat ini.”

“Terlepas dari masalahnya, menurut kami Ronaldo merupakan sosok pemain penting di dalam tim. Dan ya, saya pun berharap dirinya bisa secepatnya kembali ke performa terbaiknya dan kembali menciptakan banyak gol seperti biasanya,” bela Morata.

“Biar bagaimanapun. Ronaldo hanya manusia biasa bukan mesin. Bahkan jika Ronaldo merupakan alien dari planet lain pun, hal yang wajar jika dirinya gagal mencetak gol,” tutup Morata.

 

La Liga Matchday 8 : Real Betis vs Real Madrid

Momentum Cristiano Ronaldo

Sosok Cristiano Ronaldo akan menjadi perhatian khusus dalam laga Matchday 8, Minggu dini hari nanti saat Real Madrid melakukan kunjungan ke Stadion Benito Villamarin, markas Real Betis. Media kerap memberitakan bahwa Ronaldo baru saja mengalami salah satu raihan terburuk sepanjang kariernya.

Statistik mencatat bahwa CR7 dalam tiga laga terakhir Real Madrid di La Liga, tak satupun nama Ronaldo tercatat di papan  skor Los Blancos. Hasil tersebut seakan mengulangi catatan CR7 pada Oktober 2015 yang lalu.

la-liga-matchday-8-real-betis-vs-real-madrid-2

Seakan tak cukup sampai di situ, tiga laga terakhir Real Madrid tersebut gagal menghasilkan poin sempurna bagi Les Merengues. Skuad asuhan Zinedine Zidane hanya berhasil meraih hasil imbang dalam pertandingan kontra Villarreal (1-1), Las Palmas (2-2) dan yang paling baru adalah saat Madrid ditahan imbang Eibar dengan skor 1-1 di hadapan para pendukung Los Blancos, Santiago Bernabeu pekan lalu.

Hal tersebut tentu saja membentuk opini publik yang seakan menganggap bahwa ada yang tidak beres pada diri Cristiano Ronaldo dan permainan Real Madrid saat ini.

Oleh karena itu, partai tandang kontra Real Betis pada dini hari nanti sangat menjadi penantian para publik sepakbola Madrid. Banyak pihak yang memprediksikan bahwa laga ini merupakan momentum bagi Cristiano Ronaldo untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak menyandang nomor punggung legendaris 7 di Santiago Bernabeu.

Titik Balik Kebangkitan El Real

la-liga-matchday-8-real-betis-vs-real-madrid

Tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa laga dini hari nanti kontra Real Betis seperti batu loncatan Ronaldo dan Madrid sebelum El Real kembali melakoni pertandingan di ajang Liga Champions, di pertengahan pekan nanti.

Peluang pemain asal Portugal tersebut untuk kembali memenangkan hati publik Bernabeu pada dini hari nanti bisa dibilang sangat besar mengingat statistik mencatat hasil buruk atas performa lini belakang Real Betis.

Hingga saat ini, Real Betis tercatat sudah kemasukan total 12 gol dalam tujuh partai di La Liga Spanyol musim ini. Atas catatan tersebut, seharusnya bukan hal sulit bagi Ronaldo untuk bisa  mengobrak-abrik barisan belakang Betis yang dijaga oleh kuartet bek Riza Durmisi, Germán Pezzella, Cristiano Piccini dan Aïssa Mandi.

Ditambah lagi, pemain jebolan akademi sepakbola Sporting Lisbon tersebut dikabarkan akan dipasangkan dengan dua rekan trio BBC nya, yaitu Karim Benzema juga Gareth Bale.

Sang allenatore Madrid, Zinedine Zidane juga mengakui jika performa tim, khususnya Ronaldo, saat ini tidak sedang berada dalam kondisi terbaik nya. Akan tetapi Zidane juga mengaku optimis mengingat kemajuan pesat tim dalam latihan sebagai persiapan jelang laga kontra Real Betis.

Hanya saja satu faktor yang kerap menjadi batu sandungan banyak raksasa eropa adalah akibat kelelahan para pemain usai dari jeda internasional, sampai saat ini belum terlalu mempengaruhi  Madrid.

“Masalah fisikal juga emosional memerupakan hal yang perlu diberi perhatian lebih usai para pemain melakukan jeda internasional. Jadwal mereka padat, sedangkan kami juga diharuskan untuk menjalani kompetisi dengan jeda waktu istirahat bagi mereka yang tidak seberapa. Dan, ya tentu saja Real Betis merupakan ujian untuk titik balik kami,” ujar pelatih yang dulu juga pernah berseragam Madrid tersebut.

Ya jika dinilai dari beberapa faktor diatas, bukan alasan bagi Cristiano Ronaldo, yang dalam beberapa waktu lalu baru saja memenangkan gelar sebagai Pemain Terbaik Liga Champions 2015-2016 versi Marca juga La Gazzetta dello Sport Spanyol tersebut, untuk tampil menggila pada dini hari nanti.

La Liga Matchday 5 : Madrid Tertahan, Barca Kehilangan Messi

Barcelona Kehilangan Messi

Laga pada matchday ke-5 La Liga 2016-2017 terlihat tidak banyak membuat perubahan pada posisi klub dalam klasemen sementara. Dari sekian pertandingan yang digelar pada pertengahan minggu kemarin, hanya Las Palmas lah satu-satunya tim papan atas yang gagal mencatat hasil positif. Akan tetapi, raihan hasil buruk tersebut tak banyak mempengaruhi posisi Las Palmas di klasemen  sementara.

Klub yang berada di bawah asuhan Quique Setien tersebut tetap mengisi posisi 5 klasemen sementara La Liga meski kemarin menyerah 1-4 atas Real Sociedad. Dalam pertandingan tandang  Las Palmas  kemarin, aksi Willian Jose (1′ , 53′), Carlos Vela (22′) serta David Zurutuza (35′) sukses membawa tuan rumah mendominasi laga. Sementara itu satu-satunya gol balasan tim tamu dicetak Tana pada menit ke-56′.

Atas hasil buruk tersebut, kini Las Palmas – yang sukses memberi kejutan sejak awal musim bergulir – ini, kini menempel klub aal Catalan, Barcelona dengan total 9 poin, usai hasil imbang yang melanda klub-klub penghuni papan atas La Liga.

la-liga-matchday-5-madrid-kokoh-di-puncak-barca-kehilangan-messi-1

Barcelona yang menjalankan laga krusialnya menghadapi Atletico Madrid di Estadio Camp Nou juga tak luput dari  tren hasil seri ini. Sempat memimpin lewat gol Ivan Rakitic di menit ke-41, aksi Angel Correa kemudian berhasil menjadi mimpi buruk bagi tuan rumahpada menit ke-61.

Tidak hanya gagal mencetak hasil sempurna di kandang, klub yang saat ini menghuni urutan ke-3 tersebut juga harus menerima kenyataan bahwa harus kehilangan sang kapten, Lionel Messi. Pelatih Luis Enrique terpaksa menarik pemain asal Argentina tersebut di tengah pertandingan akibat kambuhnya cedera paha yang diderita Messi.

Imbang, Madrid Tetap Kokoh di Puncak

la-liga-matchday-5-madrid-kokoh-di-puncak-barca-kehilangan-messi

Sementara itu, Real Madrid harus puas dengan hasil imbang 1-1 dalam laga kamis dini hari lalu. Adalah Villarreal yang sukses menahan sekaligus memutus rekor 16 kemenangan beruntun Los Galacticos di kompetisi La Liga.

Namun, meski harus berbagi poin dengan Villarreal, Madrid masih kokoh berada di puncak klasemen La Liga Spanyol dengan total poin 13. Sedangkan The Yellow Submarine masih bercokol di posisi lima klasemen sementara.

Bermain di hadapan para pendukungnya, Cristiano Ronaldo dkk tampil dominan sejak 15 menit pertama. Akan tetapi, rapatnya lini belakang Villarreal sukses membuat skuad asuhan Zinedine Zidane tersebut frustrasi.

Bahkan ujung tombak El Real, Karim Benzema, hampir membuka keunggulan Madrid pada menit ke-18. Namun, sundulan pemain asal Perancis  tersebut masih bisa dihalau oleh penjaga gawang Villarreal, Sergio Asenjo.

Yang mengejutkan adalah tim tamu justru hampir membuat Madrid tertinggal melalui aksi Denis Cheryshev. Meyambut umpan Samu Castillejo, Cheryshev melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang sayangnya masih berhasil dijinakkan oleh Kiko Casilla.

Cristiano Ronaldo dengan tembakan kaki kanannya juga hampir membawa Los Blancos unggul pada menit ke-32 jika saja bola tidak melambung di atas gawang yang dijaga Sergio Asenjo. Begitu juga dengan usaha Gareth Bale pada menit ke-38 yang sayangnya masih melebar dari tiang gawang Villarreal.

Petaka bagi Madrid terjadi di menit ke-45, Sergio Ramos yang tak sengaja menyentuh bola dengan tangannya berbuah hadia penalti bagi tim tamu. Panenka Bruno yang menjadi eksekutor penalti tersebut sukses menaklukan Kiko Casilla dan memberikan keunggulan 0-1 bagi Villarreal.

Memasuki menit ke-48, Sergio Ramos sukses menebus kesalahannya usai menyamakan kedudukan bagi Madrid melalui sundulannya yang bersarang di pojok kanan bawah gawang Villarreal. Hingga wasit meniup peluit panjang, baik Madrid maupun Villarreal tak berhasil mencetak gol kemenangan dan membuat kedua tim terpaksa berbagi poin.