Klasemen La Liga : Barca dan Madrid Terpeleset, Ini Tanggapan Pelatih

Dua Raksasa Yang Terpeleset

Hasil pertandingan giornada ke-7 La Liga Spanyol musim 2016-2017 sepertinya bukan merupakan berita yang menyenangkan bagi pendukung dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Pasalnya, kedua rival abadi tersebut justru terpeleset satu tingkat kebawah posisi mereka sebelumnya.

Real Madrid, yang sukses memimpin klasemen sementara La Liga 2016-2017 dalam 6 minggu terakhir, terpaksa harus merelakan singgasana nya kepada tim sekota mereka, Atletico Madrid usai sukses menekuk Valencia dengan skor 2-0.

Los Galacticos kehilangan tahta nya sebagai pemuncak klasemen usai berbagi poin 2-2 dengan tim tamu, Eibar, yang mana hasil tersebut merupakan ke-4 kalinya secara beruntun Ronaldo cs. meraih hasil imbang.

klasemen-la-liga-barca-dan-madrid-terpeleset-ini-tanggapan-pelatih-2

Lain Madrid, lain pula dengan Barcelona. Klub asal Catalan tersebut kehilangan posisinya sebagai runner-up klasemen sementara setelah kekalahan memalukan dari Celta Vigo.

Meski sempat hampir menyusul, ketinggalan 4 angka selama hampir dua pertiga pertandingan sebelum akhirnya dua gol Pique dan penalti Neymar mencoba mengejar ketinggalan, tampaknya  merupakan kekalahan terburuk Barca sepanjang musim 2016-2017 ini.

Meski penyebab Real Madrid dan Barcelona kehilangan posisi di klasemen berbeda (Madrid imbang, Barca kalah), sepertinya kedua raksasa La Liga tersebut terlihat sepakat akan satu hal yaitu : Kedua pelatih merasa ada yang tidak beres dengan skuad asuhan nya.

Komentar Kedua Pelatih Atas Kegagalan Tim

klasemen-la-liga-barca-dan-madrid-terpeleset-ini-tanggapan-pelatih

Zinedine Zidane, selaku arsitek Los Blancos, melihat seperti ada sesuatu yang tidak beres dengan skuad asuhannya tersebut seiring dengan catatan tiga laga berturut-turut tanpa satu pun kemenangan.

Menjamu Eibar di Santiago Bernabeu, El Real hanya  sanggup bermain imbang. Dan begitu sadar, saudara sekota mereka, Atletico Madrid telah mengambil alih posisi puncak klasemen La Liga.

“Tak perlu terlalu khawatir. Sekarang baru Oktober, dan tentu saja kami tidak perlu panik. Ya, meskipun sepertinya terlihat ada sesuatu yang tidak beres karena dalam tiga laga terakhir kami hanya mampu mencatat hasil seri,” ujar Zidane.

“Kami akan berusaha lebih keras dan menampilkan permainan yang lebih intens seperti yang kami selalu lakukan,” ucap pelatih yang juga pernah berseragam Los Galacticos tersebut.

Sementara  itu, blunder dari kiper Barcelona, Marc Andre Ter Stegen, kerap disebut sebagai biang kekalahan Blaugrana atas Celta Vigo. Bermaksud membuang bola ke garis depan, bola justru mengenai wajah Pablo Hernandez yang kemudian menjadi gol kemenangan Celta Vigo.

Sadar akan opini masyarakat yang menganggapnya sebagai ‘yang paling bertanggungjawab’ atas kekalahan Barca, Ter Stegen pun menyatakan permintaan maaf nya serta berjanji tidak akan mengulangi blunder seperti itu untuk kedua kalinya.

Melihat attitude sang pemain yang terlihat sangat menyesal usai membuat blunder yang menyebabkan kekalahan tim, pelatih Luis Enrique membela kiper berusia 23 tahun tersebut.

“Kekalahan atas Celta Vigo kemarin merupakan kesalahan semua orang. Terutama saya, saya lah yang bertanggung jawab atas kekalahan kami. Tim pasti akan bangkit untuk mencoba kesempatan mengambil posisi puncak,” sebut Luis Enrique.

“Semua terlihat aman pada 15 menit awal. Saya juga merasa cukup puas akan hal itu. Namun semua berantakan saat kami mulai kalah secara individual. Celta Vigo bermain lebih baik daripada kami.” tambah pelatih yang juga merupakan mantan pemain El Barca tersebut.