(Hasil La Liga) Rekor Menang Beruntun Madrid Selesai

Gol bunuh diri Sergio Ramos putuskan rekor tak terkalahkan Madrid

Usaha Real Madrid dalam memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya menjadi 41 harus terhenti saat Sevilla El Real takluk 2-1 atas tuan rumah Sevilla di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan pada akhir pekan lalu.

Jovetic Hentikan Rekor Madrid

Jovetic cetak gol penentu kemenangan Sevilla atas Madrid

Jovetic cetak gol penentu kemenangan Sevilla atas Madrid

Real Madrid terpaksa mengakhiri niat untuk memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya. Rekor tim asal Ibukota Spanyol tersebut terputus saat skuad asuhan Zinedine Zidane menelan kekalahan ketika berkunjung ke markas Sevilla, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan dalam lanjutan kmpetisi La Liga Spanyol pada hari minggu kemarin.

Sempat menyingkirkan Sevilla dalam turnamen Copa del Rey beberapa hari lalu, Los Blancos mendatangi Estadio Ramon Sanchez dengan kepercayaan diri penuh pada Minggu malam kemarin. Menurunkan skuad terbaiknya termasuk Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, El Real berhasil unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Ronaldo pada menit ke-67.

Merasa di atas angin, Real Madrid pun menurunkan tempo permainan. Skuad asuhan Zinedine Zidane bermain sedikit lebih santai mengingat pertandingan hanya menyisakan kurang dari setengah jam lagi. Namun malang bagi Madrid, Sergio Ramos justru melakukan blunder yang membuat tuan rumah Sevilla menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tembakan keras pemain Sevilla dari luar kotak penalti membentur badan Ramos sebelum akhirnya mengecoh Kiko Casilla yang telah mati langkah. Mental tuan rumah pun seketika melonjak usai bunuh diri sang kapten Los Blancos yang bisa dibilang sebagai momen comeback Sevilla sebelum akhirnya berhasil membalikan lewat gol Stevan Jovetic.

Rekrutan anyar Sevilla yang diboyong dari klub Serie A, Inter Milan tersebut berhasil memaksimalkan peluang emas yang didapat saat dua menit waktu tambahan berjalan. Gol krusial pada detik-detik akhir pertandingan ini pun sekalgus menjadi gol penentu kemenangan tim tuan rumah dengan skor akhir 2-1. Kemenangan yang juga berarti memutus rekor 40 laga tak terkalahkan yang berhasil dicetak Los Galacticos.

Bunuh Diri, Zidane Bela Ramos

Gol bunuh diri Sergio Ramos putuskan rekor tak terkalahkan Madrid

Gol bunuh diri Sergio Ramos putuskan rekor tak terkalahkan Madrid

Meski takluk dari tim tuan rumah, Sevilla, Real Madrid masih kokoh berada di puncak klasemen La Liga saat ini dengan perolehan 40 poin dari total 17 laga sepanjang berjalannya kompetisi musim ini. Kekalahan kemarin malam juga sekaligus membuat selisih poin dengan peringkat dua dan tiga semakin menipis.

Sevilla yang menduduki posisi runner up kini mengoleksi 39 poin, selisih satu poin dari Madrid. Sementara rival abadi El Real, Barcelona juga semakin mendesak dengan total 38 poin usai membantai Las Palmas dengan skor akhir 5-0.

Atas kekalahan yang diderita Madrid, sosok Sergio Ramos pun menjadi sorotan media. Predikat sebagai kapten yang kerap mencetak gol kemenangan pada menit-menit krusial bagi tim nya tersebut seketika luntur usai dirinya membuat gol bunuh diri yang menjadi awal dari kekalahan Los Blancos.

Menanggapi hal tersebut terebut, pelatih Zinedine Zidane pun mengaku kekalahan Madrid pada kemarin malam bukanlah murni kesalahan sang pemain. Menurut Zizou, Ramos telah bermain dengan sangat baik sepanjang pertandingan. Hanya saja ketidakberuntungan sedang menimpa pemain bertahan timnas Spanyol tersebut.

“Jujur saya merasa bangga kepada Sergio Ramos. Dia memainkan perannya sebagai pemimpin di lapangan dengan sangat hebat. Kita semua tau jika dalam sepakbola hal itu (gol bunuh diri) bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, tak terkecuali Ramos. Dirinya berhasil menunjukkan kepribadian yang luar biasa,” ungkap Zidane.

“Dan Sevilla, saya rasa mereka berhasil membuktikan jika mereka layak bersaing untuk trofi La Liga. Hasil pertandingan ini sebenarnya sangat tidak menyenangkan bagi kami. Namun, kami akan segera membenahi apa yang menjadi kekurangan tim,” lanjut pelatih yang juga perah berseragam Real Madrid tersebut.

Bisakah Madrid menjaga tempat mereka di puncak klasemen?

Madrid Perpanjang Rekor

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Real Madrid sukses memperpanjang rekor tanpa kekalahannya usai menyingkirkan Sevilla dalam laga leg kedua 16 Besar Copa del Rey pada dini hari tadi. Los Blancos lolos ke babak perempat final dengan skor agregat 6-3.

Casemiro dilanggar di area kotak penalti

Casemiro dilanggar di area kotak penalti

Gol Benzema Selamatkan Madrid

Berstatus sebagai tim tamu, Real Madrid sebenarnya gagal meraih kemenangan atas tuan rumah Sevilla. Alvaro Morata cs. hanya mampu membawa pulang hasil imbang 3-3 dalam laga yanng digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla.

Meski begitu, hasil tersebut cukup untuk mengklaim tempat Real Madrid di babak 8 besar serta memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi sebanyak 40 laga di semua ajang turnamen.

Bermain tanpa trio BBC (Bale, Benzema, dan Ronaldo), Madrid terlihat sulitan untuk mendominasi laga. Bahkan tuan rumah Sevilla sempat unggul lebih dulu saat bek Madrid, Danilo melakukan gol bunuh diri saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Sebelum peluit babak pertama berakhir dibunyikan, tuan rumah memasukan punggawa anyar nya yang baru diboyong dari Inter Milan, Stevan Jovetic. Jovetic masuk menggantikan Joaquin Correa yang terpaksa dibawa keluar lapangan akibat cedera.

Saat babak kedua berjalan 3 menit, skuad asuhan Zidane berhasil  menyamakan kedudukan lewat aksi Asensio. Penetrasi dengan dribble luar biasa menusuk zona pertahanan lawan diikuti tembakan yang yang dilepaskan Asensio sukses bersarang di gawang Sevilla.

Skor imbang tidak bertahan lama. Jovetic menyempurnakan debutnya bersama Sevilla dengan gol yang membawa tim tuan rumah kembali unggul. Sepakan first time keras dari Jovetic memaksimalkan crossing dari Sergio Escudero sukses memaksa Kiko Casilla memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kali nya.

Tuan rumah memperbesar keunggulannya saat laga memasuki menit ke-73. Vicente Iborra berhasil menyarangkan bola yang membuat tuan Sevilla kini unggul dengan selisih dua angka serta menyalaka kembali semangat untuk membalas kekalahan 0-3 di leg pertama. Dua gol lagi maka Sevilla akan memastikan tempatnya di perempat final.

Petaka mulai menghampiri Sevilla saat babak kedua tersisa tujuh menit. Wasit memberikan tim tamu hadiah penalti usai Matias Kranevitter menjatuhkan Casemiro di area kotak penalti. Eksekusi sempurna yanng dilakukan Sergio Ramos berhasil memperkecil selisih angka menjadi 3-2.

Rekor tidak terkalahkan El Real yang hampir saja terhenti berhasil diselamatkan oleh Karim Benzema. Benzema berhasil mencetak gol penyeimbang yang membuat laga berakhir dengan skor akhir 3-3, memaksa Sevilla menyerahkan tempatnya di perempa final kepada Madrid yang unggul agregat 6-3.

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Zidane Akui Sevilla Berhasil Menekan

Usai pertandingan, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku bersyukur tim bisa melanjutkan perjuangan lolos ke putaran berikutnya. Namun, pelatih berkebangsaan Perancis tersebut juga menganggap para punggawa Madrid bermain tidak begitu bagus mengingat Sevilla kerap kali menekan Sergio Ramos dkk.

Pelatih Zinedine Zidane tidak menurunkan Cristiano Ronaldo dalam laga tandang yang berlangsung dini hari tadi. Sebagai gantinya, trio Lucas Vazquez, Mariano Diaz Mejia, dan Alvaro Morata ditunjuk untuk mengisi barisan depan El Real.

“Tadi itu merupakan pertandingan yang cukup menegangkan. Para pemain bermain dengan cukup baik, namun sesungguhnya kami layak mendapatkan lebih dari hasil imbang. Tim baru bangkit setelah lawan berhasil unggul dua angka. Beruntung, akhirnya kami bisa menyamakan skor di detik-detik akhir,” ujar Zizou di website resmi Real Madrid.

Di putaran berikutnya Real Madrid akan bertemu Barcelona di babak perempat final Copa del Rey. Mampukah Cristiano Ronaldo dkk. menghentikan langkah Tim Catalan di ajang Piala Raja musim ini?

 

Klasemen La Liga : Kembalinya Dominasi Tiga Raksasa Spanyol

Kembalinya Dominasi Madrid, Barca dan Atletico

Persaingan di papan atas klasemen La Liga 2016-2017 kembali memanas. Usai laga pekan ke-10 lalu, tiga tim penguasa La Liga (Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid) kembali menegaskan dominasi nya di tanah Spanyol.

Real madrid, Barcelona dan Atletico sukses mengklaim tiga posisi teratas usai pimpinan klasemen, Sevilla hanya meraih hasil imbang dalam laga kontra Sporting Gijon.

klasemen-la-liga-kembalinya-dominasi-tiga-raksasa-spanyol-1

Saat ini Los Galacticos mengukuhkan posisi nya di puncak klasemen La Liga dengan koleksi 24 poin, disusul Blaugrana di peringkat kedua dengan 22 poin dan kemudian Los Rojiblancos dengan mengantongi 21 poin.

Sementara itu, Sevilla yang bermain imbang 1-1 menghadapi Sporting Gijon kini harus puas berada di urutan 4 klasemen sementara dengan mengumpulkan poin yang sama dengan Atletico Madrid namun hanya  berbeda selisih gol.

Pergolakan di puncak klasemen juga  terjadi berkat Villarreal yang meraih hasil buruk kala berkunjung ke markas Eibar. The Yellow Submarine secara mengejutkan turun ke posisi 5 klasemen usai menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Eibar.

Comeback Ronaldo Bawa Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Sosok Cristiano Ronaldo yang beberapa waktu lalu kerap dihujani kritik pedas yang disebabkan oleh menurunnya produktivitas golnya membuktikan bahwa sang pemain mampun untuk bangkit dari keterpurukan.

CR 7 yang sebelumnya hanya mampu mencatat dua gol dari total enam penampilannya bersam El Real di La Liga musim ini, sukses membungkam para kritikus lewat hattrick yang dia ciptakan saat Madrid menggulung Alaves Sabtu lalu.

Rekan setim Ronaldo, Marcelo, pun mengungkapkan kepada media bahwa rekan nya di Madrid tersebut sempat merasa frustrasi atas performa buruknya sebelum akhirnya mampu membayar keraguan banyak pihak atas performanya  yang menurun.

klasemen-la-liga-kembalinya-dominasi-tiga-raksasa-spanyol-2

Usai pertandingan kontra Alaves Marcelo mengkonfirmasi kepada media setempat, “Tidak mampu menjalankan tugas utama sebagai seorang seorang penyerang merupakan hal yang membuat Ronaldo merasakan frustrasi yang cukup dalam. Tetapi jika melihat gol yang dia coptakan dalam laga tadi, sepertinya itu membuktikan jika Ronaldo baik-baik saja, dan kini dia telah kembali” kata Marcelo.

Cristiano Ronaldo sukses membayar kepercayaan Zinedine Zidane yang tetap bersabar menunggu kembalinya performa terbaik pemain asal Portugal tersebut. Hal ini dibuktikan saat Real Madrid menghancurkan Alaves dengan skor fantastis 4-1 pada Sabtu lalu.

Sejak kepulangan Alvaro Morata kembali ke Bernabeu, pamor Ronaldo sebagai pencetak gol rutin Los Galacticos sepertinya memang terlihat agak memudar.

Bahkan menurunnya performa CR 7 kerap menuai kritik media, ditambah lagi dengan fakta bahwa kini Madrid kini mempunyai mesin gol baru. Terlepas dari hal tersebut, pelatih Zidane tetap menaruh harapannya kepada Ronaldo.

Zizou percaya jika sang pemain mampu kembali ke performa terbaiknya, dan kesabaran Zidane pun terbayar saat Cristiano mencetak hattrick dalam laga kontra Alaves akhir pekan lalu.

Berdasarkan comeback fenomenal Ronaldo dalam laga kontra Alaves pekan lalu, Zidane secara tegas menyatakan dukungannya kepada sang pemain untuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or.

Pelatih yang juga pernah berseragam Los Blancos tersebut menyebutkan bahwa Cristiano jelas merupakan calon terkuat untuk mengangkat trofi penghargaan tertinggi dalam pencapaian pemain sepakbola profesional di seluruh dunia.

Aksi Morata Curi Perhatian Publik Bernabeu

Zidane Janjikan Lebih Banyak Kesempatan Bermain

Kemenangan tim dengan skor tipis 2-1, pelatih Madrid, Zinedine Zidane mengaku telah membuat keputusan tepat dengan memasukan Alvaro Morata di menit-menit jelang akhir laga. Menggantikan Karim Benzema, Morata sukses mencetak gol kemenangan bagi Los Blancos saat laga tersisa tujuh menit.

Madrid sebenarnya berhasil unggul lebih dulu atas Bilbao pada awal pertandingan. Gol Karim Benzema berhasil membawa El Real menungguli tim tamu. Akan tetapi, aksi dari Sabin Merino pada menit ke-27 sukses membawa Bilbao menyamakam kedudukan atas tuan rumah.

Pertandingan sempat berjalan alot mengingat tidak ada lagi gol tercipta bahkan hingga babak kedua menyisakan 15 menit jelang peluit panjang berbunyi. Akhirnya Zidane pun memutuskan untuk menarik Benzema keluar dan memasukan Alvaro Morata pada menit ke-75, dan terbukti keputusan Zizou memasukan Morata berbuah gol penentu kemenangan Madrid yang dicetak sang pemain tujuh menit jelang laga usai.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-1

Penampilan fantastis Alvaro Morata saat beberapa kali sukses mencetak gol krusial bagi Real Madrid membuat para fans El Real menuntut pelatih Zidane supaya memainkan Morata lebih sering lagi. Hal itu pun seakan didukung dengan fakta menurunnya performa Benzema selama beberapa minggu ini.

Menanggapi saran dari para pendukung, Zinedine Zidane pun berjanji untuk menambaah frekuensi bermain Alvaro Morata. Zizou -begitu dirinya biasa dipanggil- menyatakan hal tersebut usai kemenangan Madrid atas Bilbao dengan gol kemenangan yang dicetak oleh Morata.

“Saya rasa Morata akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti di pertandingan ini, performanya berhasil meyakinkan saya untuk mengambil keputusan pada laga berikutnya. Saya bisa pastikan kepada anda semua jika dia akan lebih sering bermain dalam laga-laga El Real berikutnya,” Zidane menjelaskan.

Morata Tak Permasalahkan Turunnya Performa Ronaldo

Sementara itu, berbanding terbalik denga Morata, Cristiano Ronaldo justru sedang berada dalam tekanan akhir-akhir ini. Ronaldo tampaknya tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang diperolehnya saat Real Madrid menjalani laga kontra Athletic Bilbao dalam lanjutan kompetisi La Liga matchday 9 pada Minggu lalu.

Tercatat ada 11 kesempatan yang disia-siakan Ronaldo dalam laga menghadapi Athletic Bilbao di Bernabeu. Kamera beberapa kali menangkap gambar pria asal Portugal tersebut kerap menunjukan ekspresi kekesalannya.

Semenjak Ronaldo pulih dari cedera lutut yang menimpanya ketika laga final Euro 2016, kapten timnas Portugal tersebut  hingga saat ini berusaha untuk kembali ke performa terbaiknya. Dari awal kompetisi La Liga musim ini bergulir, Cristiano tercatat baru mengoleksi 4 gol dari total 8 pertandingan yang dijalaninya bersama Los Blancos. Dan laga kontra Real Betis merupakan terakhir kalinya CR7 berhasil mencetak gol.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-2

Menanggapi persoalan yang tengah melanda rekan satu timnya tersebut, penyerang Los Blancos yang kini tengah berada dalam kondisi terbaiknya, Alvaro Morata pun menyatakan pembelaannya terhadap Ronaldo:

“Saat anda berada dalam situasi dimana anda terbiasa untuk mencetak 70 gol dalam satu musim, anda seolah akan merasa semacam kecanduan. Anda merasa bahwa anda harus mencetak gol di setiap laga, dan mungkin it yang terjadi kepada Ronaldo saat ini.”

“Terlepas dari masalahnya, menurut kami Ronaldo merupakan sosok pemain penting di dalam tim. Dan ya, saya pun berharap dirinya bisa secepatnya kembali ke performa terbaiknya dan kembali menciptakan banyak gol seperti biasanya,” bela Morata.

“Biar bagaimanapun. Ronaldo hanya manusia biasa bukan mesin. Bahkan jika Ronaldo merupakan alien dari planet lain pun, hal yang wajar jika dirinya gagal mencetak gol,” tutup Morata.

 

La Liga Matchday 8 : Real Betis vs Real Madrid

Momentum Cristiano Ronaldo

Sosok Cristiano Ronaldo akan menjadi perhatian khusus dalam laga Matchday 8, Minggu dini hari nanti saat Real Madrid melakukan kunjungan ke Stadion Benito Villamarin, markas Real Betis. Media kerap memberitakan bahwa Ronaldo baru saja mengalami salah satu raihan terburuk sepanjang kariernya.

Statistik mencatat bahwa CR7 dalam tiga laga terakhir Real Madrid di La Liga, tak satupun nama Ronaldo tercatat di papan  skor Los Blancos. Hasil tersebut seakan mengulangi catatan CR7 pada Oktober 2015 yang lalu.

la-liga-matchday-8-real-betis-vs-real-madrid-2

Seakan tak cukup sampai di situ, tiga laga terakhir Real Madrid tersebut gagal menghasilkan poin sempurna bagi Les Merengues. Skuad asuhan Zinedine Zidane hanya berhasil meraih hasil imbang dalam pertandingan kontra Villarreal (1-1), Las Palmas (2-2) dan yang paling baru adalah saat Madrid ditahan imbang Eibar dengan skor 1-1 di hadapan para pendukung Los Blancos, Santiago Bernabeu pekan lalu.

Hal tersebut tentu saja membentuk opini publik yang seakan menganggap bahwa ada yang tidak beres pada diri Cristiano Ronaldo dan permainan Real Madrid saat ini.

Oleh karena itu, partai tandang kontra Real Betis pada dini hari nanti sangat menjadi penantian para publik sepakbola Madrid. Banyak pihak yang memprediksikan bahwa laga ini merupakan momentum bagi Cristiano Ronaldo untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak menyandang nomor punggung legendaris 7 di Santiago Bernabeu.

Titik Balik Kebangkitan El Real

la-liga-matchday-8-real-betis-vs-real-madrid

Tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa laga dini hari nanti kontra Real Betis seperti batu loncatan Ronaldo dan Madrid sebelum El Real kembali melakoni pertandingan di ajang Liga Champions, di pertengahan pekan nanti.

Peluang pemain asal Portugal tersebut untuk kembali memenangkan hati publik Bernabeu pada dini hari nanti bisa dibilang sangat besar mengingat statistik mencatat hasil buruk atas performa lini belakang Real Betis.

Hingga saat ini, Real Betis tercatat sudah kemasukan total 12 gol dalam tujuh partai di La Liga Spanyol musim ini. Atas catatan tersebut, seharusnya bukan hal sulit bagi Ronaldo untuk bisa  mengobrak-abrik barisan belakang Betis yang dijaga oleh kuartet bek Riza Durmisi, Germán Pezzella, Cristiano Piccini dan Aïssa Mandi.

Ditambah lagi, pemain jebolan akademi sepakbola Sporting Lisbon tersebut dikabarkan akan dipasangkan dengan dua rekan trio BBC nya, yaitu Karim Benzema juga Gareth Bale.

Sang allenatore Madrid, Zinedine Zidane juga mengakui jika performa tim, khususnya Ronaldo, saat ini tidak sedang berada dalam kondisi terbaik nya. Akan tetapi Zidane juga mengaku optimis mengingat kemajuan pesat tim dalam latihan sebagai persiapan jelang laga kontra Real Betis.

Hanya saja satu faktor yang kerap menjadi batu sandungan banyak raksasa eropa adalah akibat kelelahan para pemain usai dari jeda internasional, sampai saat ini belum terlalu mempengaruhi  Madrid.

“Masalah fisikal juga emosional memerupakan hal yang perlu diberi perhatian lebih usai para pemain melakukan jeda internasional. Jadwal mereka padat, sedangkan kami juga diharuskan untuk menjalani kompetisi dengan jeda waktu istirahat bagi mereka yang tidak seberapa. Dan, ya tentu saja Real Betis merupakan ujian untuk titik balik kami,” ujar pelatih yang dulu juga pernah berseragam Madrid tersebut.

Ya jika dinilai dari beberapa faktor diatas, bukan alasan bagi Cristiano Ronaldo, yang dalam beberapa waktu lalu baru saja memenangkan gelar sebagai Pemain Terbaik Liga Champions 2015-2016 versi Marca juga La Gazzetta dello Sport Spanyol tersebut, untuk tampil menggila pada dini hari nanti.

Klasemen La Liga : Barca dan Madrid Terpeleset, Ini Tanggapan Pelatih

Dua Raksasa Yang Terpeleset

Hasil pertandingan giornada ke-7 La Liga Spanyol musim 2016-2017 sepertinya bukan merupakan berita yang menyenangkan bagi pendukung dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Pasalnya, kedua rival abadi tersebut justru terpeleset satu tingkat kebawah posisi mereka sebelumnya.

Real Madrid, yang sukses memimpin klasemen sementara La Liga 2016-2017 dalam 6 minggu terakhir, terpaksa harus merelakan singgasana nya kepada tim sekota mereka, Atletico Madrid usai sukses menekuk Valencia dengan skor 2-0.

Los Galacticos kehilangan tahta nya sebagai pemuncak klasemen usai berbagi poin 2-2 dengan tim tamu, Eibar, yang mana hasil tersebut merupakan ke-4 kalinya secara beruntun Ronaldo cs. meraih hasil imbang.

klasemen-la-liga-barca-dan-madrid-terpeleset-ini-tanggapan-pelatih-2

Lain Madrid, lain pula dengan Barcelona. Klub asal Catalan tersebut kehilangan posisinya sebagai runner-up klasemen sementara setelah kekalahan memalukan dari Celta Vigo.

Meski sempat hampir menyusul, ketinggalan 4 angka selama hampir dua pertiga pertandingan sebelum akhirnya dua gol Pique dan penalti Neymar mencoba mengejar ketinggalan, tampaknya  merupakan kekalahan terburuk Barca sepanjang musim 2016-2017 ini.

Meski penyebab Real Madrid dan Barcelona kehilangan posisi di klasemen berbeda (Madrid imbang, Barca kalah), sepertinya kedua raksasa La Liga tersebut terlihat sepakat akan satu hal yaitu : Kedua pelatih merasa ada yang tidak beres dengan skuad asuhan nya.

Komentar Kedua Pelatih Atas Kegagalan Tim

klasemen-la-liga-barca-dan-madrid-terpeleset-ini-tanggapan-pelatih

Zinedine Zidane, selaku arsitek Los Blancos, melihat seperti ada sesuatu yang tidak beres dengan skuad asuhannya tersebut seiring dengan catatan tiga laga berturut-turut tanpa satu pun kemenangan.

Menjamu Eibar di Santiago Bernabeu, El Real hanya  sanggup bermain imbang. Dan begitu sadar, saudara sekota mereka, Atletico Madrid telah mengambil alih posisi puncak klasemen La Liga.

“Tak perlu terlalu khawatir. Sekarang baru Oktober, dan tentu saja kami tidak perlu panik. Ya, meskipun sepertinya terlihat ada sesuatu yang tidak beres karena dalam tiga laga terakhir kami hanya mampu mencatat hasil seri,” ujar Zidane.

“Kami akan berusaha lebih keras dan menampilkan permainan yang lebih intens seperti yang kami selalu lakukan,” ucap pelatih yang juga pernah berseragam Los Galacticos tersebut.

Sementara  itu, blunder dari kiper Barcelona, Marc Andre Ter Stegen, kerap disebut sebagai biang kekalahan Blaugrana atas Celta Vigo. Bermaksud membuang bola ke garis depan, bola justru mengenai wajah Pablo Hernandez yang kemudian menjadi gol kemenangan Celta Vigo.

Sadar akan opini masyarakat yang menganggapnya sebagai ‘yang paling bertanggungjawab’ atas kekalahan Barca, Ter Stegen pun menyatakan permintaan maaf nya serta berjanji tidak akan mengulangi blunder seperti itu untuk kedua kalinya.

Melihat attitude sang pemain yang terlihat sangat menyesal usai membuat blunder yang menyebabkan kekalahan tim, pelatih Luis Enrique membela kiper berusia 23 tahun tersebut.

“Kekalahan atas Celta Vigo kemarin merupakan kesalahan semua orang. Terutama saya, saya lah yang bertanggung jawab atas kekalahan kami. Tim pasti akan bangkit untuk mencoba kesempatan mengambil posisi puncak,” sebut Luis Enrique.

“Semua terlihat aman pada 15 menit awal. Saya juga merasa cukup puas akan hal itu. Namun semua berantakan saat kami mulai kalah secara individual. Celta Vigo bermain lebih baik daripada kami.” tambah pelatih yang juga merupakan mantan pemain El Barca tersebut.

Matchday 6 La Liga : Posisi Madrid di Puncak Terancam

Imbang, Posisi Madrid Terancam

Hasil laga pada Matchday ke-6 La Liga Spanyol membuat api persaingan menuju papan atas klasemen semakin memanas. Dua seteru abadi Real Madrid dan Barcelona meraih hasil berbeda saat jornada 6 La Liga musim 2016-2017. Blaugrana berhasil mendulang hasil sempurna dalam laga kontra Sporting Gijon yang membuat posisinya kini naik ke peringkat dua, menempel Los Blancos yang pada laga kemarin hanya mampu mencatat hasil seri dari kunjungan ke markas Las Palmas.

sporting-gijon-0-5-barcelona

Pasukan Luis Enrique berhasil meraih kemenangan fantastis 5-0 saat bertandang ke markas Sporting Gijon di Estadio El Molinon, Sabtu (24/9/2016). Absennya Lionel Messi tidak membuat para punggawa El Barca tidak bisa mengembangkan permainan, hasilnya lima gol yang masing-masing dicetak oleh Luis Suárez (29′), Rafinha (32′), Neymar (81′, 88′) dan Arda Turan (85′) sukses  membawa tim asal Catalan melinjak ke urutan dua klasemen.

Sementara itu dalam laga yang digelar di Estadio Gran Canaria, Real Madrid terpaksa menelan pil pahit atas hasil imbang  2-2 menghadapi tuan rumah Las Palmas. Sempat unggul lebih dulu melalui gol Marcos Asensio pada menit ke-33, euforia skuad asuhan Zinedine Zidane terpaksa berhenti saat Tana menyamakan kedudukan di meenit ke-38. Karim Benzema kemudian kembali membuat tim tamu berpesta dengan gol nya di menit 67′, namun gol Sergio Araujo saat laga tersisa lima menit memupuskan harapan sang pemuncak klasemen untuk membawa pulang poin penuh.

Hasil imbang dalam kunjungan ke markas Las Palmas kemarin tentunya membuat Los Galactios merasa tak tenang menghuni puncak klasemen La Liga saat ini. Pasalnya, Cristiano Ronaldo cs. kini hanya terpaut satu angka dengan penghuni peringkat dua, Barcelona yang mengoleksi 13 poin atas kemenangan besar kontra Sporting Gijon.

 

atletico-madrid-1-0-deportivo-la-coruna

Atletico, Villarreal dan Bilbao Siap Jadi Ancaman

Kejutan juga terjadi pada Matchday 6 La Liga  musim 2016-2017. Las Palmas dan Eibar yang seringkali dianggap penghuni papan bawah klasemen, pada musim ini justru mampu bercokol di posisi ke-5 dan 6. Kemenangan dua gol tanpa balas Eibar dalam raga kontra Real Sociedad serta kesuksesan tuan rumah Las Palmas yang mampu menahan imbang pemimpin puncak Real Madrid 2-2 membuat kedua klub tersebut mengklaim posisi 5 dan 6 klasemen dengan koleksi 10 poin.

Di lain pihak, penguasa posisi 3, 4 dan 5 klasemen La Liga yakni, Atletico Madrid, Villarreal dan juga Athletic Bilbao juga memberikan tekanan yang cukup kuat bagi dua klub teratas klasemen sementara, Barcelona dan Real Madrid. Atletico Madrid mengklaim tempatnya di urutan ke-3 usai kemenangan tipis 1-0 kontra Deportivo La Coruna. Gol Antoine Griezmann pada menit 70′ membuat Los  Rojiblancos sukses mengantongi hasil sempurna.

Sementara Villarreal menempel Atletico Madrid di urutan ke-4, jumlah poin sama namun kalah selisih gol dengan skuad asuhan Diego Simeone tersebut. The Yellow Submarine sukses menghantam tim tamu Osasuna dengan skor telak  3-1. Gol masing-masing dicetak oleh Alexandre Pato (5′), Bruno (pen. 24′) dan Nicola Sansone (39′) sebelum akhirnya tim tamu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Roberto Torres saat injury time paruh pertama.

La Liga Matchday 5 : Madrid Tertahan, Barca Kehilangan Messi

Barcelona Kehilangan Messi

Laga pada matchday ke-5 La Liga 2016-2017 terlihat tidak banyak membuat perubahan pada posisi klub dalam klasemen sementara. Dari sekian pertandingan yang digelar pada pertengahan minggu kemarin, hanya Las Palmas lah satu-satunya tim papan atas yang gagal mencatat hasil positif. Akan tetapi, raihan hasil buruk tersebut tak banyak mempengaruhi posisi Las Palmas di klasemen  sementara.

Klub yang berada di bawah asuhan Quique Setien tersebut tetap mengisi posisi 5 klasemen sementara La Liga meski kemarin menyerah 1-4 atas Real Sociedad. Dalam pertandingan tandang  Las Palmas  kemarin, aksi Willian Jose (1′ , 53′), Carlos Vela (22′) serta David Zurutuza (35′) sukses membawa tuan rumah mendominasi laga. Sementara itu satu-satunya gol balasan tim tamu dicetak Tana pada menit ke-56′.

Atas hasil buruk tersebut, kini Las Palmas – yang sukses memberi kejutan sejak awal musim bergulir – ini, kini menempel klub aal Catalan, Barcelona dengan total 9 poin, usai hasil imbang yang melanda klub-klub penghuni papan atas La Liga.

la-liga-matchday-5-madrid-kokoh-di-puncak-barca-kehilangan-messi-1

Barcelona yang menjalankan laga krusialnya menghadapi Atletico Madrid di Estadio Camp Nou juga tak luput dari  tren hasil seri ini. Sempat memimpin lewat gol Ivan Rakitic di menit ke-41, aksi Angel Correa kemudian berhasil menjadi mimpi buruk bagi tuan rumahpada menit ke-61.

Tidak hanya gagal mencetak hasil sempurna di kandang, klub yang saat ini menghuni urutan ke-3 tersebut juga harus menerima kenyataan bahwa harus kehilangan sang kapten, Lionel Messi. Pelatih Luis Enrique terpaksa menarik pemain asal Argentina tersebut di tengah pertandingan akibat kambuhnya cedera paha yang diderita Messi.

Imbang, Madrid Tetap Kokoh di Puncak

la-liga-matchday-5-madrid-kokoh-di-puncak-barca-kehilangan-messi

Sementara itu, Real Madrid harus puas dengan hasil imbang 1-1 dalam laga kamis dini hari lalu. Adalah Villarreal yang sukses menahan sekaligus memutus rekor 16 kemenangan beruntun Los Galacticos di kompetisi La Liga.

Namun, meski harus berbagi poin dengan Villarreal, Madrid masih kokoh berada di puncak klasemen La Liga Spanyol dengan total poin 13. Sedangkan The Yellow Submarine masih bercokol di posisi lima klasemen sementara.

Bermain di hadapan para pendukungnya, Cristiano Ronaldo dkk tampil dominan sejak 15 menit pertama. Akan tetapi, rapatnya lini belakang Villarreal sukses membuat skuad asuhan Zinedine Zidane tersebut frustrasi.

Bahkan ujung tombak El Real, Karim Benzema, hampir membuka keunggulan Madrid pada menit ke-18. Namun, sundulan pemain asal Perancis  tersebut masih bisa dihalau oleh penjaga gawang Villarreal, Sergio Asenjo.

Yang mengejutkan adalah tim tamu justru hampir membuat Madrid tertinggal melalui aksi Denis Cheryshev. Meyambut umpan Samu Castillejo, Cheryshev melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang sayangnya masih berhasil dijinakkan oleh Kiko Casilla.

Cristiano Ronaldo dengan tembakan kaki kanannya juga hampir membawa Los Blancos unggul pada menit ke-32 jika saja bola tidak melambung di atas gawang yang dijaga Sergio Asenjo. Begitu juga dengan usaha Gareth Bale pada menit ke-38 yang sayangnya masih melebar dari tiang gawang Villarreal.

Petaka bagi Madrid terjadi di menit ke-45, Sergio Ramos yang tak sengaja menyentuh bola dengan tangannya berbuah hadia penalti bagi tim tamu. Panenka Bruno yang menjadi eksekutor penalti tersebut sukses menaklukan Kiko Casilla dan memberikan keunggulan 0-1 bagi Villarreal.

Memasuki menit ke-48, Sergio Ramos sukses menebus kesalahannya usai menyamakan kedudukan bagi Madrid melalui sundulannya yang bersarang di pojok kanan bawah gawang Villarreal. Hingga wasit meniup peluit panjang, baik Madrid maupun Villarreal tak berhasil mencetak gol kemenangan dan membuat kedua tim terpaksa berbagi poin.