Madrid Perpanjang Rekor

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Real Madrid sukses memperpanjang rekor tanpa kekalahannya usai menyingkirkan Sevilla dalam laga leg kedua 16 Besar Copa del Rey pada dini hari tadi. Los Blancos lolos ke babak perempat final dengan skor agregat 6-3.

Casemiro dilanggar di area kotak penalti

Casemiro dilanggar di area kotak penalti

Gol Benzema Selamatkan Madrid

Berstatus sebagai tim tamu, Real Madrid sebenarnya gagal meraih kemenangan atas tuan rumah Sevilla. Alvaro Morata cs. hanya mampu membawa pulang hasil imbang 3-3 dalam laga yanng digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla.

Meski begitu, hasil tersebut cukup untuk mengklaim tempat Real Madrid di babak 8 besar serta memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi sebanyak 40 laga di semua ajang turnamen.

Bermain tanpa trio BBC (Bale, Benzema, dan Ronaldo), Madrid terlihat sulitan untuk mendominasi laga. Bahkan tuan rumah Sevilla sempat unggul lebih dulu saat bek Madrid, Danilo melakukan gol bunuh diri saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Sebelum peluit babak pertama berakhir dibunyikan, tuan rumah memasukan punggawa anyar nya yang baru diboyong dari Inter Milan, Stevan Jovetic. Jovetic masuk menggantikan Joaquin Correa yang terpaksa dibawa keluar lapangan akibat cedera.

Saat babak kedua berjalan 3 menit, skuad asuhan Zidane berhasil  menyamakan kedudukan lewat aksi Asensio. Penetrasi dengan dribble luar biasa menusuk zona pertahanan lawan diikuti tembakan yang yang dilepaskan Asensio sukses bersarang di gawang Sevilla.

Skor imbang tidak bertahan lama. Jovetic menyempurnakan debutnya bersama Sevilla dengan gol yang membawa tim tuan rumah kembali unggul. Sepakan first time keras dari Jovetic memaksimalkan crossing dari Sergio Escudero sukses memaksa Kiko Casilla memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kali nya.

Tuan rumah memperbesar keunggulannya saat laga memasuki menit ke-73. Vicente Iborra berhasil menyarangkan bola yang membuat tuan Sevilla kini unggul dengan selisih dua angka serta menyalaka kembali semangat untuk membalas kekalahan 0-3 di leg pertama. Dua gol lagi maka Sevilla akan memastikan tempatnya di perempat final.

Petaka mulai menghampiri Sevilla saat babak kedua tersisa tujuh menit. Wasit memberikan tim tamu hadiah penalti usai Matias Kranevitter menjatuhkan Casemiro di area kotak penalti. Eksekusi sempurna yanng dilakukan Sergio Ramos berhasil memperkecil selisih angka menjadi 3-2.

Rekor tidak terkalahkan El Real yang hampir saja terhenti berhasil diselamatkan oleh Karim Benzema. Benzema berhasil mencetak gol penyeimbang yang membuat laga berakhir dengan skor akhir 3-3, memaksa Sevilla menyerahkan tempatnya di perempa final kepada Madrid yang unggul agregat 6-3.

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti

Zidane Akui Sevilla Berhasil Menekan

Usai pertandingan, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku bersyukur tim bisa melanjutkan perjuangan lolos ke putaran berikutnya. Namun, pelatih berkebangsaan Perancis tersebut juga menganggap para punggawa Madrid bermain tidak begitu bagus mengingat Sevilla kerap kali menekan Sergio Ramos dkk.

Pelatih Zinedine Zidane tidak menurunkan Cristiano Ronaldo dalam laga tandang yang berlangsung dini hari tadi. Sebagai gantinya, trio Lucas Vazquez, Mariano Diaz Mejia, dan Alvaro Morata ditunjuk untuk mengisi barisan depan El Real.

“Tadi itu merupakan pertandingan yang cukup menegangkan. Para pemain bermain dengan cukup baik, namun sesungguhnya kami layak mendapatkan lebih dari hasil imbang. Tim baru bangkit setelah lawan berhasil unggul dua angka. Beruntung, akhirnya kami bisa menyamakan skor di detik-detik akhir,” ujar Zizou di website resmi Real Madrid.

Di putaran berikutnya Real Madrid akan bertemu Barcelona di babak perempat final Copa del Rey. Mampukah Cristiano Ronaldo dkk. menghentikan langkah Tim Catalan di ajang Piala Raja musim ini?

 

Klasemen La Liga : Kembalinya Dominasi Tiga Raksasa Spanyol

Kembalinya Dominasi Madrid, Barca dan Atletico

Persaingan di papan atas klasemen La Liga 2016-2017 kembali memanas. Usai laga pekan ke-10 lalu, tiga tim penguasa La Liga (Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid) kembali menegaskan dominasi nya di tanah Spanyol.

Real madrid, Barcelona dan Atletico sukses mengklaim tiga posisi teratas usai pimpinan klasemen, Sevilla hanya meraih hasil imbang dalam laga kontra Sporting Gijon.

klasemen-la-liga-kembalinya-dominasi-tiga-raksasa-spanyol-1

Saat ini Los Galacticos mengukuhkan posisi nya di puncak klasemen La Liga dengan koleksi 24 poin, disusul Blaugrana di peringkat kedua dengan 22 poin dan kemudian Los Rojiblancos dengan mengantongi 21 poin.

Sementara itu, Sevilla yang bermain imbang 1-1 menghadapi Sporting Gijon kini harus puas berada di urutan 4 klasemen sementara dengan mengumpulkan poin yang sama dengan Atletico Madrid namun hanya  berbeda selisih gol.

Pergolakan di puncak klasemen juga  terjadi berkat Villarreal yang meraih hasil buruk kala berkunjung ke markas Eibar. The Yellow Submarine secara mengejutkan turun ke posisi 5 klasemen usai menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Eibar.

Comeback Ronaldo Bawa Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Sosok Cristiano Ronaldo yang beberapa waktu lalu kerap dihujani kritik pedas yang disebabkan oleh menurunnya produktivitas golnya membuktikan bahwa sang pemain mampun untuk bangkit dari keterpurukan.

CR 7 yang sebelumnya hanya mampu mencatat dua gol dari total enam penampilannya bersam El Real di La Liga musim ini, sukses membungkam para kritikus lewat hattrick yang dia ciptakan saat Madrid menggulung Alaves Sabtu lalu.

Rekan setim Ronaldo, Marcelo, pun mengungkapkan kepada media bahwa rekan nya di Madrid tersebut sempat merasa frustrasi atas performa buruknya sebelum akhirnya mampu membayar keraguan banyak pihak atas performanya  yang menurun.

klasemen-la-liga-kembalinya-dominasi-tiga-raksasa-spanyol-2

Usai pertandingan kontra Alaves Marcelo mengkonfirmasi kepada media setempat, “Tidak mampu menjalankan tugas utama sebagai seorang seorang penyerang merupakan hal yang membuat Ronaldo merasakan frustrasi yang cukup dalam. Tetapi jika melihat gol yang dia coptakan dalam laga tadi, sepertinya itu membuktikan jika Ronaldo baik-baik saja, dan kini dia telah kembali” kata Marcelo.

Cristiano Ronaldo sukses membayar kepercayaan Zinedine Zidane yang tetap bersabar menunggu kembalinya performa terbaik pemain asal Portugal tersebut. Hal ini dibuktikan saat Real Madrid menghancurkan Alaves dengan skor fantastis 4-1 pada Sabtu lalu.

Sejak kepulangan Alvaro Morata kembali ke Bernabeu, pamor Ronaldo sebagai pencetak gol rutin Los Galacticos sepertinya memang terlihat agak memudar.

Bahkan menurunnya performa CR 7 kerap menuai kritik media, ditambah lagi dengan fakta bahwa kini Madrid kini mempunyai mesin gol baru. Terlepas dari hal tersebut, pelatih Zidane tetap menaruh harapannya kepada Ronaldo.

Zizou percaya jika sang pemain mampu kembali ke performa terbaiknya, dan kesabaran Zidane pun terbayar saat Cristiano mencetak hattrick dalam laga kontra Alaves akhir pekan lalu.

Berdasarkan comeback fenomenal Ronaldo dalam laga kontra Alaves pekan lalu, Zidane secara tegas menyatakan dukungannya kepada sang pemain untuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or.

Pelatih yang juga pernah berseragam Los Blancos tersebut menyebutkan bahwa Cristiano jelas merupakan calon terkuat untuk mengangkat trofi penghargaan tertinggi dalam pencapaian pemain sepakbola profesional di seluruh dunia.

Aksi Morata Curi Perhatian Publik Bernabeu

Zidane Janjikan Lebih Banyak Kesempatan Bermain

Kemenangan tim dengan skor tipis 2-1, pelatih Madrid, Zinedine Zidane mengaku telah membuat keputusan tepat dengan memasukan Alvaro Morata di menit-menit jelang akhir laga. Menggantikan Karim Benzema, Morata sukses mencetak gol kemenangan bagi Los Blancos saat laga tersisa tujuh menit.

Madrid sebenarnya berhasil unggul lebih dulu atas Bilbao pada awal pertandingan. Gol Karim Benzema berhasil membawa El Real menungguli tim tamu. Akan tetapi, aksi dari Sabin Merino pada menit ke-27 sukses membawa Bilbao menyamakam kedudukan atas tuan rumah.

Pertandingan sempat berjalan alot mengingat tidak ada lagi gol tercipta bahkan hingga babak kedua menyisakan 15 menit jelang peluit panjang berbunyi. Akhirnya Zidane pun memutuskan untuk menarik Benzema keluar dan memasukan Alvaro Morata pada menit ke-75, dan terbukti keputusan Zizou memasukan Morata berbuah gol penentu kemenangan Madrid yang dicetak sang pemain tujuh menit jelang laga usai.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-1

Penampilan fantastis Alvaro Morata saat beberapa kali sukses mencetak gol krusial bagi Real Madrid membuat para fans El Real menuntut pelatih Zidane supaya memainkan Morata lebih sering lagi. Hal itu pun seakan didukung dengan fakta menurunnya performa Benzema selama beberapa minggu ini.

Menanggapi saran dari para pendukung, Zinedine Zidane pun berjanji untuk menambaah frekuensi bermain Alvaro Morata. Zizou -begitu dirinya biasa dipanggil- menyatakan hal tersebut usai kemenangan Madrid atas Bilbao dengan gol kemenangan yang dicetak oleh Morata.

“Saya rasa Morata akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti di pertandingan ini, performanya berhasil meyakinkan saya untuk mengambil keputusan pada laga berikutnya. Saya bisa pastikan kepada anda semua jika dia akan lebih sering bermain dalam laga-laga El Real berikutnya,” Zidane menjelaskan.

Morata Tak Permasalahkan Turunnya Performa Ronaldo

Sementara itu, berbanding terbalik denga Morata, Cristiano Ronaldo justru sedang berada dalam tekanan akhir-akhir ini. Ronaldo tampaknya tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang diperolehnya saat Real Madrid menjalani laga kontra Athletic Bilbao dalam lanjutan kompetisi La Liga matchday 9 pada Minggu lalu.

Tercatat ada 11 kesempatan yang disia-siakan Ronaldo dalam laga menghadapi Athletic Bilbao di Bernabeu. Kamera beberapa kali menangkap gambar pria asal Portugal tersebut kerap menunjukan ekspresi kekesalannya.

Semenjak Ronaldo pulih dari cedera lutut yang menimpanya ketika laga final Euro 2016, kapten timnas Portugal tersebut  hingga saat ini berusaha untuk kembali ke performa terbaiknya. Dari awal kompetisi La Liga musim ini bergulir, Cristiano tercatat baru mengoleksi 4 gol dari total 8 pertandingan yang dijalaninya bersama Los Blancos. Dan laga kontra Real Betis merupakan terakhir kalinya CR7 berhasil mencetak gol.

aksi-morata-curi-perhatian-publik-bernabeu-2

Menanggapi persoalan yang tengah melanda rekan satu timnya tersebut, penyerang Los Blancos yang kini tengah berada dalam kondisi terbaiknya, Alvaro Morata pun menyatakan pembelaannya terhadap Ronaldo:

“Saat anda berada dalam situasi dimana anda terbiasa untuk mencetak 70 gol dalam satu musim, anda seolah akan merasa semacam kecanduan. Anda merasa bahwa anda harus mencetak gol di setiap laga, dan mungkin it yang terjadi kepada Ronaldo saat ini.”

“Terlepas dari masalahnya, menurut kami Ronaldo merupakan sosok pemain penting di dalam tim. Dan ya, saya pun berharap dirinya bisa secepatnya kembali ke performa terbaiknya dan kembali menciptakan banyak gol seperti biasanya,” bela Morata.

“Biar bagaimanapun. Ronaldo hanya manusia biasa bukan mesin. Bahkan jika Ronaldo merupakan alien dari planet lain pun, hal yang wajar jika dirinya gagal mencetak gol,” tutup Morata.

 

La Liga Matchday 8 : Real Betis vs Real Madrid

Momentum Cristiano Ronaldo

Sosok Cristiano Ronaldo akan menjadi perhatian khusus dalam laga Matchday 8, Minggu dini hari nanti saat Real Madrid melakukan kunjungan ke Stadion Benito Villamarin, markas Real Betis. Media kerap memberitakan bahwa Ronaldo baru saja mengalami salah satu raihan terburuk sepanjang kariernya.

Statistik mencatat bahwa CR7 dalam tiga laga terakhir Real Madrid di La Liga, tak satupun nama Ronaldo tercatat di papan  skor Los Blancos. Hasil tersebut seakan mengulangi catatan CR7 pada Oktober 2015 yang lalu.

la-liga-matchday-8-real-betis-vs-real-madrid-2

Seakan tak cukup sampai di situ, tiga laga terakhir Real Madrid tersebut gagal menghasilkan poin sempurna bagi Les Merengues. Skuad asuhan Zinedine Zidane hanya berhasil meraih hasil imbang dalam pertandingan kontra Villarreal (1-1), Las Palmas (2-2) dan yang paling baru adalah saat Madrid ditahan imbang Eibar dengan skor 1-1 di hadapan para pendukung Los Blancos, Santiago Bernabeu pekan lalu.

Hal tersebut tentu saja membentuk opini publik yang seakan menganggap bahwa ada yang tidak beres pada diri Cristiano Ronaldo dan permainan Real Madrid saat ini.

Oleh karena itu, partai tandang kontra Real Betis pada dini hari nanti sangat menjadi penantian para publik sepakbola Madrid. Banyak pihak yang memprediksikan bahwa laga ini merupakan momentum bagi Cristiano Ronaldo untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak menyandang nomor punggung legendaris 7 di Santiago Bernabeu.

Titik Balik Kebangkitan El Real

la-liga-matchday-8-real-betis-vs-real-madrid

Tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa laga dini hari nanti kontra Real Betis seperti batu loncatan Ronaldo dan Madrid sebelum El Real kembali melakoni pertandingan di ajang Liga Champions, di pertengahan pekan nanti.

Peluang pemain asal Portugal tersebut untuk kembali memenangkan hati publik Bernabeu pada dini hari nanti bisa dibilang sangat besar mengingat statistik mencatat hasil buruk atas performa lini belakang Real Betis.

Hingga saat ini, Real Betis tercatat sudah kemasukan total 12 gol dalam tujuh partai di La Liga Spanyol musim ini. Atas catatan tersebut, seharusnya bukan hal sulit bagi Ronaldo untuk bisa  mengobrak-abrik barisan belakang Betis yang dijaga oleh kuartet bek Riza Durmisi, Germán Pezzella, Cristiano Piccini dan Aïssa Mandi.

Ditambah lagi, pemain jebolan akademi sepakbola Sporting Lisbon tersebut dikabarkan akan dipasangkan dengan dua rekan trio BBC nya, yaitu Karim Benzema juga Gareth Bale.

Sang allenatore Madrid, Zinedine Zidane juga mengakui jika performa tim, khususnya Ronaldo, saat ini tidak sedang berada dalam kondisi terbaik nya. Akan tetapi Zidane juga mengaku optimis mengingat kemajuan pesat tim dalam latihan sebagai persiapan jelang laga kontra Real Betis.

Hanya saja satu faktor yang kerap menjadi batu sandungan banyak raksasa eropa adalah akibat kelelahan para pemain usai dari jeda internasional, sampai saat ini belum terlalu mempengaruhi  Madrid.

“Masalah fisikal juga emosional memerupakan hal yang perlu diberi perhatian lebih usai para pemain melakukan jeda internasional. Jadwal mereka padat, sedangkan kami juga diharuskan untuk menjalani kompetisi dengan jeda waktu istirahat bagi mereka yang tidak seberapa. Dan, ya tentu saja Real Betis merupakan ujian untuk titik balik kami,” ujar pelatih yang dulu juga pernah berseragam Madrid tersebut.

Ya jika dinilai dari beberapa faktor diatas, bukan alasan bagi Cristiano Ronaldo, yang dalam beberapa waktu lalu baru saja memenangkan gelar sebagai Pemain Terbaik Liga Champions 2015-2016 versi Marca juga La Gazzetta dello Sport Spanyol tersebut, untuk tampil menggila pada dini hari nanti.

Klasemen La Liga : Barca dan Madrid Terpeleset, Ini Tanggapan Pelatih

Dua Raksasa Yang Terpeleset

Hasil pertandingan giornada ke-7 La Liga Spanyol musim 2016-2017 sepertinya bukan merupakan berita yang menyenangkan bagi pendukung dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Pasalnya, kedua rival abadi tersebut justru terpeleset satu tingkat kebawah posisi mereka sebelumnya.

Real Madrid, yang sukses memimpin klasemen sementara La Liga 2016-2017 dalam 6 minggu terakhir, terpaksa harus merelakan singgasana nya kepada tim sekota mereka, Atletico Madrid usai sukses menekuk Valencia dengan skor 2-0.

Los Galacticos kehilangan tahta nya sebagai pemuncak klasemen usai berbagi poin 2-2 dengan tim tamu, Eibar, yang mana hasil tersebut merupakan ke-4 kalinya secara beruntun Ronaldo cs. meraih hasil imbang.

klasemen-la-liga-barca-dan-madrid-terpeleset-ini-tanggapan-pelatih-2

Lain Madrid, lain pula dengan Barcelona. Klub asal Catalan tersebut kehilangan posisinya sebagai runner-up klasemen sementara setelah kekalahan memalukan dari Celta Vigo.

Meski sempat hampir menyusul, ketinggalan 4 angka selama hampir dua pertiga pertandingan sebelum akhirnya dua gol Pique dan penalti Neymar mencoba mengejar ketinggalan, tampaknya  merupakan kekalahan terburuk Barca sepanjang musim 2016-2017 ini.

Meski penyebab Real Madrid dan Barcelona kehilangan posisi di klasemen berbeda (Madrid imbang, Barca kalah), sepertinya kedua raksasa La Liga tersebut terlihat sepakat akan satu hal yaitu : Kedua pelatih merasa ada yang tidak beres dengan skuad asuhan nya.

Komentar Kedua Pelatih Atas Kegagalan Tim

klasemen-la-liga-barca-dan-madrid-terpeleset-ini-tanggapan-pelatih

Zinedine Zidane, selaku arsitek Los Blancos, melihat seperti ada sesuatu yang tidak beres dengan skuad asuhannya tersebut seiring dengan catatan tiga laga berturut-turut tanpa satu pun kemenangan.

Menjamu Eibar di Santiago Bernabeu, El Real hanya  sanggup bermain imbang. Dan begitu sadar, saudara sekota mereka, Atletico Madrid telah mengambil alih posisi puncak klasemen La Liga.

“Tak perlu terlalu khawatir. Sekarang baru Oktober, dan tentu saja kami tidak perlu panik. Ya, meskipun sepertinya terlihat ada sesuatu yang tidak beres karena dalam tiga laga terakhir kami hanya mampu mencatat hasil seri,” ujar Zidane.

“Kami akan berusaha lebih keras dan menampilkan permainan yang lebih intens seperti yang kami selalu lakukan,” ucap pelatih yang juga pernah berseragam Los Galacticos tersebut.

Sementara  itu, blunder dari kiper Barcelona, Marc Andre Ter Stegen, kerap disebut sebagai biang kekalahan Blaugrana atas Celta Vigo. Bermaksud membuang bola ke garis depan, bola justru mengenai wajah Pablo Hernandez yang kemudian menjadi gol kemenangan Celta Vigo.

Sadar akan opini masyarakat yang menganggapnya sebagai ‘yang paling bertanggungjawab’ atas kekalahan Barca, Ter Stegen pun menyatakan permintaan maaf nya serta berjanji tidak akan mengulangi blunder seperti itu untuk kedua kalinya.

Melihat attitude sang pemain yang terlihat sangat menyesal usai membuat blunder yang menyebabkan kekalahan tim, pelatih Luis Enrique membela kiper berusia 23 tahun tersebut.

“Kekalahan atas Celta Vigo kemarin merupakan kesalahan semua orang. Terutama saya, saya lah yang bertanggung jawab atas kekalahan kami. Tim pasti akan bangkit untuk mencoba kesempatan mengambil posisi puncak,” sebut Luis Enrique.

“Semua terlihat aman pada 15 menit awal. Saya juga merasa cukup puas akan hal itu. Namun semua berantakan saat kami mulai kalah secara individual. Celta Vigo bermain lebih baik daripada kami.” tambah pelatih yang juga merupakan mantan pemain El Barca tersebut.